Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Thursday, 12 October 2017

Jaka Kendil

Karena bentuk tubuhnya yang menyerupai kendil1(guci, periuk) seorang anak dijuluki Joko Kendil oleh penduduk di daerah sekitar ia tinggal. ia sering diejek dan dijauhi teman-temannya karena bentuk tubuhnya. Namun ia tak pernah bersedih akan hal itu. Dia tetap rajin bekerja membantu ibunya. Banyak yang sering memandangnya dengan aneh, tapi ia tetap percaya diri saat mengangkat barang-barang belanjaannya dari pasar.
Suatu hari, di kampung tempat tinggal Joko Kendil, datang sebuah keluarga baru. Keluarga sederhana yang mempunyai seorang anak lelaki kurus dan botak. Karena tak ada sehelai pun rambut tumbuh di kepalanya, ia dinamai si Gundul.
Seperti yang telah terjadi pada Joko Kendil, si Gundul juga sering diejek. Si Gundul sering muram dan sedih karena ejekan teman-temannya. Joko Kendil terharu akan keadaan si Gundul, maka ia pun menghibur si Gundul. “Jangan sedih. Biarkan saja mereka menghina kita. Kita memang punya kekurangan. Tapi yang penting, kita tak menyakiti orang lain,” kata Joko Kendil kepada si Gundul.
Sejak itu Joko Kendil sering bermain layang-layang bersama si Gundul. Si Gundul sangat jago bermain laying-layang. Belum ada anak kampung yang bisa bermain layang-layang sehebat itu. Joko Kendil senang bermain dengannya. Selain itu, si Gundul juga jago memanah, dia mengajarkan Joko Kendil membidikkan anak panahnya ke sasaran yang jauh dengan tepat. Persahabatan mereka makin erat, meskipun anak-anak kampung masih saja suka mengejek mereka.
Pada suatu hari, Joko Kendil mendengar cerita di kampungnya bahwa seorang raja mempunyai tiga orang putri yang cantik. Joko Kendil tertarik untuk melamar putri sang raja. Mendengar Joko Kendil hendak melamar putri raja, orang-orang kampung mencemoohnya karena tak mungkin lamarannya diterima oleh seorang pemuda dengan bentuk tubuh seperti dia.
Hanya si Gundul satu-satunya yang memberi semangat kepada Joko Gendil. “Aku percaya kepadamu, Joko Kendil. Engkau pasti punya alasan kuat untuk melamar putri raja. Kebaikan hatimu, ketulusan dan kejujuranmu jauh lebih berharga. Aku berharap sang putri melihat semua itu dalam dirimu.” Joko kendil terharu mendengarnya. Dipeluknya sahabatnya itu. Sebagai bekal perjalanan, si Gundul memberikan busur kesayangannya kepada Joko Kendil untuk menjaga diri.
Berangkatlah Joko Kendil dan ibunya ke istana. Dan disampaikannya di sana, niatnya untuk mempersunting putri raja. Putri sulung dan putri kedua langsung menolaknya begitu mereka melihat bentuk tubuh Joko Kendil. Namun, sang puti bungsu menerima pinangannya. Menikahlah Joko Kendil dengan putri bungsu sang raja dengan pesta yang sangat meriah.
Tak berapa lama kemudian, di istana diadakan adu ketangkasan memanah dan dimenangkan oleh seorang ksatria tampan. Putri sulung dan putri kedua tertarik kepada ksatria yang tak dikenal itu. Mereka mengejek putri bungsu yang tak mungkin mendapatka sang ksatria tampan tersebut karena telah menikah dengan Joko Kendil. Karena ejekan saudaranya, putri bungsu langsung menangis dan berlari ke kamarnya. Sesampainya di sana, dia menemukan sebuah guci yang kemudian dibanting hingga pecah berkeping-keping. Tak lama kemudian, muncullah ksatria tampan yang tadi memenangkan adu ketangkasan. ia sedang mencari-cari gucinya.
“Siapa engkau? Mengapa engkau bisa berada di sini?”
“Sesungguhnya, akulah suamimu, Putri. Aku Joko Kendil. Kini aku tak bisa berubah menjadi Joko Kendil yang dulu karena gucinya sudah pecah. Jadi, apakah engkau tetap mau menjadi istriku?”
Putri bungsu menangis bahagia. Tak disangka, suaminya adalah seorang ksatria tampan. Mereka berdua segera melaporkan hal ini ke baginda raja yang dengan sukacita segera mengumumkannya ke seluruh kerajaan.
Walaupun telah berubah wujud, Joko Kendil tetap mengingat sahabatnya, si Gundul, yang telah memberinya semangat untuk melamar sang putri. Di jemputlah si Gundul di kampungnya. Awalnya si Gundul menolaknya karena sudah tak mengenal lagi rupanya, namun setelah ditunjukkan busur yang dulu pernah ia berikan kepada Joko Kendil, barulah ia percaya.
“Joko Kendil, aku mau diajak ke istana. Tapi apakah engkau tidak malu dengan keadaanku? Engkau bukanlah Joko Kendil yang dulu lagi, melainkan seorang ksatria tampan. Sedangkan aku tetap saja si Gundul yang kurus, botak, dan buruk rupa.”
“Tentu saja aku tidak malu terhadap keadaanmu. Bukankah engkau tetap sahabatku yang terbaik? Keluhuran budimu jauh lebih bernilai daripada bentuk tubuhmu,” jawab Joko Kendil.
Sejak itu, Joko Kendil dan si Gundul tinggal di istana. Si Gundul diangkat menjadi pelatih ketangkasan memanah prajurit kerajaan. Mereka tetap bersahabat, hidup rukun, saling menghargai dan sang menyayangi satu sama lain.

Dikutip dari :
S. Tary, Retno W, 33 Cerita Rakyat Menakjubkan, Mizan Media Utama, 2009
Pesan Moral :
Setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tak perlu kecil hati akan kekurangan karena setelah kesulitan kita pasti akan diberi jalan kemudahan oleh Tuhan.
1. kendil (bhs Jawa) = guci, periuk, tempat menyimpan nasi dari tanah liat, sekarang masih dapat dilihat pada tempat penjual gudeg asli jogja untuk menyimpan lauknya.
logoblog

Monday, 18 September 2017

Dua mata pisau perkembangan teknologi

Ya ampunn…!! Satu kata yang bisa terucap walaupun bercampur heran yang teramat sangat. Saat ini penurunan moral atau dengan bahasa gaulnya degradasi moral semakin tak terkendali lagi. Degradasi moral ini bukan saja terjadi pada orang – orang yang telah dewasa tetapi terjadi juga pada anak – anak.
Di era komunikasi yang kian canggih dan terbuka saat ini, anak – anak dapat dengan leluasa mengakses berbagai informasi melalui banyak media. Informasi ini dengan sangat mudah mereka dapatkan, salah satu sumber yang saat ini baru tren adalah internet atau dunia maya yang bisa mereka diakses melalui berbagai media baik yang private berupa telpon genggam atau yang bersifat umum seperti warnet.
Di rumah yang menyediakan akses internet mereka dapat di awasi oleh orang tua, tetapi jika sudah masuk warnet fungsi parental control jadi hilang. Di dalam warnet inilah anak dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi yang mereka inginkan dengan mudah apalagi tanpa pengawasan yang memadai. Berbagai situs dapat mereka akses dengan bebasnya. Walaupun sebagian warnet telah menerapkan apa yang disebut dengan Indonesia Sehat, tetapi penyedia konten kadang lebih jeli dari pemerintah untuk menyusupkan berbagai konten yang berbau porno atau lebih halus mereka menyebutnya dengan 17+ atau situs dewasa. Situs – situs ini ada yang dengan gamblang memajang berbagai gambar yang belum layak untuk di lihat anak – anak, walaupun mereka sudah memberi peringatan di halam pertama web mereka tentang konten yang di muat dalam web tersebut, tetapi tak jarang pula yang menyamarkan konten pornografi mereka dengan iklan obat – obatan penambah stamina yang tiba – tiba muncul saat anak – anak sedang browsing. Hal inilah yang bisa mmenjadikan mereka semakin penasaran dengan apa yang mereka lihat, karena sifat keingintahuan mereka yang besar atau dengan bahasa kerennya adalah kepo, mereka akan penasaran dengan apa yang tampil di laman web.
Dengan alasan apapun tetap saja anak dapat dengan mudah mengaksesnya, inilah yang sangat membahayakan masa depan mereka jika kita sebagai orang tua kurang atau bahkan tidak memberikan pengertian yang jelas kepada anak tentang bergai konten yang boleh mereka akses, bahkan jika perlu kita mendampingi mereka dalam melakukan browsing, tetapi saya yakin kita orang tua akan banyak menyita waktu untuk melakukannya. Sebaliknya jika kita tidak memberikan ijin maka mereka akan ketinggalan informasi bahkan dapat dikatakan kuper atau kurang pergaulan.
Banyak kejadian yang sebenarnya bersumber dari konten – konten berbau pornografi ini, sebagai contoh disalah satu daerah terjadi hubungan layaknya suami istri. Peristiwa ini melibatkan dua laki – laki dan satu perempuan di sebuah rumah kosong, dan ternyata pelakunya adalah anak – anak yang masih berusia sekolah dasar kelas dua dan kelas tiga, setelah dilakukan penyelidikan yang mendalam ternyata mereka mendapatkan ide untuk berhubungan intim dari ponsel orang tua mereka dan dari mereka juga pernah melihat di salah satu warnet atau warung internet saat mereka sedang bermain game online muncul iklan yang menurut mereka adalah iklan yang membuat penasaran sehingga mereka membukanya dan ternyata berisi konten – konten porno. Dengan kejadian ini siapa yang layak untuk kita salahkan?. Sebenarnya jika kita tidak mengkoreksi diri maka banyak yang akan saling menyalahkan dengan kejadian tersebut. Penyedia konten merasa mereka bekerja untuk penghidupan mereka sedang kita berpendapat bahwa hal yang di lakukan para penyedia konten adalah merusak moral, hal ini tidak akan pernah dapat di temukan jalan keluarnya.
Sebagai orang tua kita sebaiknya semakin meningkatkan pengawasan terhadap anak kita tanpa mengurangi hak -  hak mereka untuk mendapatkan informasi yang layak bagi usia mereka. Dengan demikian kita tidak perlu untuk saling menyalahkan. Karena bagi menyedia konten porno mereka tidak akan peduli dengan akibat yang dapat di timbulkan, sedang realitas yang terjadi adalah semikin parahnya degradasi mental terutama pada anak – anak. Maka disinilah peran orang tua sangat penting untuk mengawasi anak – anak, walaupun sesibuk apapun sempatkan untuk memperhatikan mereka. Kasih sayang terhadap anak bukan hanya berupa harta, anak – anak lebih memerlukan kasih sayang dan perhatian secara langsung dari kedua orang tua. 
Jangan menyalahkan anak jika mereka sekarang lebih menghormati pembantu dari pada kedua orang tua mereka, hal ini di karenakan kedua orang tua sibuk dengan urusan pekerjaan mereka masing – masing sehingga mereka tidak sempat meluangkan waktu dengan anak – anak mereka secara langsung.  Hal ini juga sering menjadikan alasan untuk anak – anak turun kejalan, dengan alasan kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tua sehingga tercipta anak – anak jalanan.
logoblog

Jilbab dan Rokok

Memang sore ini aku sengaja datang ke café ini untuk menikmati panasnya secangkir kopi dan rokok sebagai pendamping setia sekedar pelepas penat setelah seharian berkutat dengan seabreg perkerjaan yang tak jelas ujung pangkalnya. Cangkir demi cangkir kuteguk dengan nikmat bersama hembusan kenikmatan asap rokok yang mengepul dengan mesranya. Saat kopi ini tinggal seteguk lagi jam sudah kian menggeser terik matahari dengan rona jingga yang memukau, seorang perempuan masuk dan mendudukan dirinya terpaut satu meja dari ku, dendan  kecantikannya yang memukau, paras wajahnya terpoles sedemikian rupa hingga letih seorang pekerja tak tampak sedikitpun. Ia lepaskan blazernya dan tak lama secangkir kopi tersaji di hadapannya, ia mengeluarkan sebungkus rokok. Batang putih itu teselip elegan diantara bibir merah basah, tersulut dan terhisap. Dialihkan pandangan matanya keluar menembus kaca jendela yang menampilkan rintik – rintik hujan seraya perlahan ia hisap kembali sebatang kretek ditangannya, menghembuskannya kembali perlahan.
Hhhmm… seteguk kopi telah membasahi kerongkongannya, ia betulkan jilbabnya yang sedikit miring, memang ia seorang perempuan berjilbab dan perokok. Aku perhatikan kiri dan kanan ku terasa beberapa orang memicingkan matanya melihat wanita itu merokok. Sedikit bisik – bisik seorang perempuan disamping mejaku berkomentar ”Malu sama jilbab”. Emang ada apa dengan jilbab??, Memang apa bedanya perempuan berjilbab merokok dengan seorang laki – laki berpeci, berbaju koko dan merokok??... bagiku ternyata penggambaran oleh orang terhadap perempuan yang merokok adalah stigma. Stigma yang diartikan sebagai cap buruk, entah sejak kapan srigma ini menempel.
Pada jaman dahulu dan sekarang merokok dan perempuan selalu diartikan sebagai hal yang buruk, bahkan sampai amoral, tetapi apakah benar merokok adalah hal yang amoral ? ternyata semua itu hanyalah sebuah pencitraan atau lebih sebagai ketimpangan pencitraan. Ini bisa terjadi karena dalam aspek keIslaman terutama pada konteks masyarakat Indonesia pelekatan citra tidak pernah terlepas dari system dominasi yang di kembangkan oleh budaya patriarki.Dalam islam sendiri setahu saya tidak ada dalil yang menyatakan bahwa merokok itu dilarang, apalagi bagi seorang wanita, paling menjadi makruh lebih di karenakan pertimbangan manfaat dan akibatnya, bukan berdasar salah dan benarnya. Pernah ada ucapan” Islam tidak pernah melarang perempuan untuk merokok, tetapi Islam melarang perempuan untuk memamerkan auratnya” kalau sudah begini bukankah sewajarnya kita kembali bertannya pada diri kita sendiri, apakah berjilbab dan merokok adalah perbuatan yang terlarang?


Sumber: Buku “Perempuan berbicara kretek” Abmi Handayani,dkk. Indonesia Berdikari. yovitacantik.blogspot.com, dan sumber lainnya
logoblog

Wednesday, 13 September 2017

Cara Rosulullah Mengkonsumsi Garam

Nabi Muhammad Shalallahi wa'alaihi wasalam bersabda : "Sebaik-baik lauk adalah garam" (Al-Baihaqi).
SEBAIK BAIK LAUK ADALAH GARAM.
Sangat bertentangan dengan dunia medis saat ini yang mengatakan bahwa makan garam bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti darah tinggi, dehidrasi, keropos tulang dan penyakit empedu, namun hal itu tidak akan terjadi jika Anda mengetahui cara mengkonsumsi garam dengan baik dan secara benar. Sesuai Sunnah Rasul.

Begini Cara Mengkonsumsi Garam Agar Terhindar Dari Penyakit (Ala Rasul), Jadi sesuai dengan hadist diatas yang menyatakan Garam bukanlah penyebab penyakit, tapi malah obat yang paling mujarab seandainya digunakan dengan cara yang betul.

Kuncinya adalah
GARAM TIDAK BOLEH DIMASAK !!!.
Ingat tidak boleh dimasak !!!
Kesalahan kita (kebanyakan orang Indonesia) ialah kita memasak garam yaitu memasukkan garam ke dalam masakan ketika masakan sedang MENDIDIH/ PANAS.
Hal tersebut akan menyebabkan garam menjadi racun / toksik… Jika garam dimasak dengan cara di atas, garam akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang berbagai penyakit, selain itu kandungan yodium pada garam juga akan hilang dengan percuma. Ingat yodium sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita.

Begini Cara yang betul penggunaan garam agar garam benar-benar menjadi obat bagi Anda, bukan jadi Penyakit. Masaklah makanan yang ingin dimasak sehingga selesai. Contohnya: sayur – masukkan garam dalam masakan apabila makanan dan airnya sudah berangsur dingin,atau dalam keadaan dingin.

Ingat makanan yang dimasak harus tanpa garam ingat tanpa garam !!!!!

Selagi makan, sediakan semangkuk garam dan taburkan di atas makanan yang ingin dimakan sesuai selera masing2.
Garam adalah mineral bagi tubuh, “Banyak amalan yang dilakukan oleh para Salafus soleh ialah dengan mengambil garam sebelum memulai makan”

Garam digunakan sebagai pembuka makan dengan mengambilnya dengan ujung jari dan dimasukkan ke mulut.
INGAT GARAM ADALAH MINERAL !!!!
Kelebihannya atau manfaatnya mengkonsumsi garam antara lain ialah:
Mengobati lebih dari 70 penyakit, antara lain Darah tinggi, Diabetes, Tulang keropos, Gondokan, Pusing sakit kepala dll serta tidak akan mengalami keadaan mati mendadak.
Silakan sebarkan, sekiranya anda ingin orang-orang yang anda cintai menjadi sehat.

Berbagai penyakit yang disinyalir timbul akibat garam seperti gejala jantung dan tekanan darah tinggi adalah akibat dari penggunaan garam yang salah.
Karena kalau memasak jangan dikasih garam.. Ingat garam jangan dimasak.

Insyaallah penyakit darah tinggi, jantung bisa dihindari dengan cara makan yang baik.

Jadi kesimpulannya yg benar garam itu adanya dimeja makan bukan didapur.
logoblog

Monday, 11 September 2017

Teknologi dan Moral

Ya ampunn…!! Satu kata yang bisa terucap walaupun bercampur heran yang teramat sangat. Saat ini penurunan moral atau dengan bahasa gaulnya degradasi moral semakin tak terkendali lagi. Degradasi moral ini bukan saja terjadi pada orang – orang yang telah dewasa tetapi terjadi juga pada anak – anak.

Di era komunikasi yang kian canggih dan terbuka saat ini, anak – anak dapat dengan leluasa mengakses berbagai informasi melalui banyak media. Informasi ini dengan sangat mudah mereka dapatkan, salah satu sumber yang saat ini baru tren adalah internet atau dunia maya yang bisa mereka diakses melalui berbagai media baik yang private berupa telpon genggam atau yang bersifat umum seperti warnet.

Di rumah yang menyediakan mengakses internet mereka dapat di awasi oleh orang tua, tetapi jika sudah masuk warnet fungsi parental control jadi hilang. Di dalam warnet inilah anak dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi yang mereka inginkan dengan mudah apalagi tanpa pengawasan yang memadai. Berbagai situs dapat mereka akses dengan bebasnya. Walaupun sebagian warnet telah menerapkan apa yang disebut dengan Indonesia Sehat, tetapi penyedia konten kadang lebih jeli dari pemerintah untuk menyusupkan berbagai konten yang berbau porno atau lebih halus mereka menyebutnya dengan 17+ atau situs dewasa. Situs – situs ini ada yang dengan gamblang memajang berbagai gambar yang belum layak untuk di lihat anak – anak, walaupun mereka sudah memberi peringatan di halam pertama web mereka tentang konten yang di muat dalam web tersebut, tetapi tak jarang pula yang menyamarkan konten pornografi mereka dengan iklan obat – obatan penambah stamina yang tiba – tiba muncul saat anak – anak sedang browsing. Hal inilah yang bisa menjadikan mereka semakin penasaran dengan apa yang mereka lihat, karena sifat keingintahuan mereka yang besar atau dengan bahasa kerennya adalah kepo, mereka akan penasaran dengan apa yang tampil di laman web.

Dengan alasan apapun tetap saja anak dapat dengan mudah mengaksesnya, inilah yang sangat membahayakan masa depan mereka jika kita sebagai orang tua kurang atau bahkan tidak memberikan pengertian yang jelas kepada anak tentang bergai konten yang boleh mereka akses, bahkan jika perlu kita mendampingi mereka dalam melakukan browsing, tetapi saya yakin kita orang tua akan banyak menyita waktu untuk melakukannya. Sebaliknya jika kita tidak memberikan ijin maka mereka akan ketinggalan informasi bahkan dapat dikatakan kuper atau kurang pergaulan.

Banyak kejadian yang sebenarnya bersumber dari konten – konten berbau pornografi ini, sebagai contoh disalah satu daerah terjadi hubungan layaknya suami istri. Peristiwa ini melibatkan dua laki – laki dan satu perempuan di sebuah rumah kosong, dan ternyata pelakunya adalah anak – anak yang masih berusia sekolah dasar kelas dua dan kelas tiga, setelah dilakukan penyelidikan yang mendalam ternyata mereka mendapatkan ide untuk berhubungan intim dari ponsel orang tua mereka dan dari mereka juga pernah melihat di salah satu warnet atau warung internet saat mereka sedang bermain game online muncul iklan yang menurut mereka adalah iklan yang membuat penasaran sehingga mereka membukanya dan ternyata berisi konten – konten porno. Dengan kejadian ini siapa yang layak untuk kita salahkan?. Sebenarnya jika kita tidak mengkoreksi diri maka banyak yang akan saling menyalahkan dengan kejadian tersebut. Penyedia konten merasa mereka bekerja untuk penghidupan mereka sedang kita berpendapat bahwa hal yang di lakukan para penyedia konten adalah merusak moral, hal ini tidak akan pernah dapat di temukan jalan keluarnya.

Sebagai orang tua kita sebaiknya semakin meningkatkan pengawasan terhadap anak kita tanpa mengurangi hak - hak mereka untuk mendapatkan informasi yang layak bagi usia mereka. Dengan demikian kita tidak perlu untuk saling menyalahkan. Karena bagi menyedian konten porno mereka tidak akan peduli dengan akibat yang dapat di timbulkan sedang realitas yang terjadi adalah semikin parahnya degradasi mental terutama pada anak – anak. Maka disinilah peran orang tua sangat penting untuk mengawasi anak – anak, walaupun sesibuk apapun sempatkan untuk memperhatikan mereka. Kasih sayang terhadap anak bukan hanya berupa harta, anak – anak lebih memerlukan kasih sayang dan perhatian secara langsung dari kedua orang tua.

Jangan menyalahkan anak jika anak – anak sekarang lebih menghormati pembantu dari pada kedua orang tua mereka, hal ini di karenakan kedua orang tua sibuk dengan urusan pekerjaan mereka masing – masing sehingga mereka tidak sempat meluangkan waktu dengan anak – anak mereka secara langsung. Hal ini juga sering menjadikan alasan untuk anak – anak turun kejalan, dengan alasan kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tua sehingga tercipta anak – anak jalanan.
logoblog

Friday, 8 September 2017

Bagaimana Dunia Memperlakukan Kita ?

Seorang Guru menuliskan ini di papan tulis :

5 x 1  = 7            5 x 2   = 10
5 x 3  = 15          5 x 4   = 20
5 x 5  = 25          5 x 6   = 30
5 x 7  = 35          5 x 8   = 40
5 x 9  = 45          5 x 10 = 50

Setelah selesai menulis dia balik melihat murid-muridnya yang mulai tertawa menyadari ada sesuatu yang salah.
Pak gurupun bertanya :
"Mengapa kalian tertawa?" Serentak mereka semua menjawab : "Yang nomor satu salaaaahhh Paaakk!" (tertawa bareng). Sejenak Pak guru menatap muridnya, tersenyum menjelaskan : "Saya memang sengaja menulis seperti itu agar kalian bisa belajar sesuatu dari ini.
Saya ingin kalian tahu, bagaimana dunia ini memperlakukan kita.
Kaliankan sudah melihat bahwa saya juga menuliskan hal yang benar sebanyak 9 kali, tapi tak ada satupun kalian yang memberi selamat.
Kalian malah lebih cenderung menertawakan saya hanya untuk satu kesalahan.
Hidup ini jarang sekali mengapresiasi hal-hal yang baik bahkan yang kita lakukan ribuan sekalipun.
Hidup ini justru akan selalu mengkritisi kesalahan kita, bahkan sekecil apapun yang kita perbuat. Ketahuilah anak-anakku : "Orang lebih dikenal dari satu kesalahan yang ia perbuat, dibandingkan dengan seribu kebaikan yang ia lakukan". Semoga dari kesalahan kita bisa memperbaiki diri lebih baik lagi
logoblog

Wednesday, 6 September 2017

Hakekat Istri

Di Subuh yang dingin...kudapati Ibu sudah sibuk memasak di dapur.
"Ibu masak apa? Bisa ku bantu?"
"Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan Bapak" sahutnya.
"Alhamdulillah.. mantab pasti.. Eh Bu.. calon istriku kayaknya dia tidak bisa masak loh..."
"Iya terus kenapa..?" Sahut Ibu.
"Ya tidak kenapa-kenapa sih Bu.. hanya cerita saja, biar Ibu tak kecewa, hehehe..."
"Apa kamu pikir bahwa memasak, mencuci, menyapu, mengurus rumah dan lain lain itu kewajiban Wanita?"
Aku menatap Ibu dengan tak paham.
Lalu beliau melanjutkan, "Ketahuilah Nak, itu semua adalah kewajiban Lelaki. Kewajiban kamu nanti kalau sudah beristri." katanya sambil mencolek hidungku.
"Lho, bukankah Ibu setiap hari melakukannya?"
Aku masih tak paham juga.
"Kewajiban Istri adalah taat dan mencari ridho Suami." kata Ibu.
"Karena Bapakmu mungkin tidak bisa mengurusi rumah, maka Ibu bantu mengurusi semuanya. Bukan atas nama kewajiban, tetapi sebagai wujud cinta dan juga wujud Istri yang mencari ridho Suaminya."
"Aku makin bingung Bu."
"Baik, anakku sayang. Ini ilmu buat kamu yang mau menikah."
Beliau berbalik menatap mataku.
"Menurutmu, pengertian nafkah itu seperti apa? Bukankah kewajiban Lelaki untuk menafkahi Istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan?" tanya Ibu.
"Iya tentu saja Bu.."
"Pakaian yang bersih adalah nafkah. Sehingga mencuci adalah kewajiban Suami. Makanan adalah nafkah. Maka kalau masih berupa beras, itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan. Sehingga memasak adalah kewajiban Suami.
Lalu menyiapkan rumah tinggal adalah kewajiban Suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban Suami."
Mataku membelalak mendengar uraian Bundaku yang cerdas dan kubanggakan ini.
"Waaaaah.. sampai segitunya bu..? Lalu jika itu semua kewajiban Suami. Kenapa Ibu tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut Bapak sekalipun?"
"Karena Ibu juga seorang Istri yang mencari ridho dari Suami. Ibu juga mencari pahala agar selamat di akhirat sana.
Karena Ibu mencintai Ayahmu, mana mungkin Ibu tega menyuruh Ayahmu melakukan semuanya.
Jika Ayahmu berpunya, mungkin pembantu bisa jadi solusi. Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk Ibu."
Aku hanya diam terpesona.
"Pernah dengar cerita Fatimah yang meminta pembantu kepada Ayahandanya, Nabi SAW, karena tangannya lebam menumbuk tepung? Tapi Nabi tidak memberinya.
Atau pernah dengar juga saat Umar bin Khattab diomeli Istrinya?
Umar diam saja karena beliau tahu betul bahwa wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam-macam yang sebenarnya itu bukanlah tugas si Istri."
"Iya Buu..."
Aku mulai paham.
"Jadi Laki-Laki selama ini salah sangka ya Bu, seharusnya setiap Lelaki berterimakasih pada Istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah Istri."
Ibuku tersenyum.
"Eh. Aku mau nanya lagi Bu, kenapa Ibu tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban Ibu?"
"Menikah bukan hanya soal menuntut hak kita, Nak.Istri menuntut Suami, atau sebaliknya.
Tapi banyak hal lain.
Menurunkan ego.
Menjaga keharmonisan.
Mau sama-sama mengalah.
Kerja sama.
Kasih sayang.
Cinta.
Dan Persahabatan.
Menikah itu perlombaan untuk berusaha melakukan yang terbaik satu sama lain.
Yang Wanita sebaik mungkin membantu Suaminya. Yang Lelaki sebaik mungkin membantu Istrinya. Toh impiannya rumah tangga adalah sampai Surga."
"MasyaAllah.... Tapi, kalo calon istriku tahu hal ini lalu dia jadi malas ngapa-ngapain, gimana Bu?"
"Wanita beragama yang baik tentu tahu bahwa ia harus mencari keridhloan Suaminya. Sehingga tidak mungkin setega itu. Sedang Lelaki beragama yang baik tentu juga tahu bahwa Istrinya telah banyak membantu. Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya..."
logoblog

Tuesday, 5 September 2017

Atitude Adalah Segala Galanya

Beberapa tahun lalu, seorang wanita pergi kuliah di Prancis. 

Dia perhatikan bahwa sistem transportasi di sana menggunakan sistem otomatis, artinya anda beli tiket sesuai dengan tujuan melalui mesin. 

Setiap perhentian kendaraan umum pakai cara "self-service" dan jarang sekali diperiksa petugas. Bahkan pemeriksa insidentil oleh petugas pun hampir tidak ada.

Akhirnya lama kelamaan dia temukan kelemahan sistem ini, dan dengan kelihaiannya dia bisa naik transportasi umum tanpa harus beli tiket dan dia perhitungkan kemungkinan tertangkap petugas karena tidak beli tiket sangat kecil. Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dengan tidak membayar tiket. Dia bahkan merasa bangga atas kepintarannya tersebut

Dia berpendapat dalam hati karena dia anggap dirinya adalah murid miskin, dan kalo bisa irit ya irit. Namun, dia tidak sadar dia sedang melakukan kesalahan fatal yang akan mempengaruhi karirnya kelak. 4 tahun berlalu, dan dia tamat dari fakultas yang ternama dengan angka yang sangat bagus. Hal ini membuat dirinya penuh percaya diri. Lalu dia mulai mengajukan aplikasi kerja di beberapa perusahan ternama di Paris, dengan pengharapan besar untuk diterima. Pada mulanya, semua perusahan ini menyambut dia dengan hangat. Tapi berapa hari kemudian, semuanya menolaknya dengan berbagai alasan.

Hal ini terus terjadi berulang kali sampai membuat dia merasa tidak terima dan sangat marah. Bahkan dia mulai menganggap perusahan-perusahan ini rasis, karena tidak mau menerima warga negara asing. Akhirnya, karena penasaran dia memaksa masuk ke departemen tenaga kerja untuk bertemu dengan managernya. Dia ingin tahu alasan apa perusahan-perusahaan tersebut menolaknya. Ternyata, penjelasan yg didapat diluar perkiraannya...

Berikut adalah dialog mereka...

Manager: Nona, kami tidak rasis, sebaliknya kami sangat mementingkan anda. Pada saat anda mengajukan aplikasi pekerjaan di perusahan, kami sangat terkesan dengan nilai akademis dan pencapaian anda. Sesungguhnya, berdasarkan kemampuan, anda sebenarnya adalah golongan pekerja yang kami cari-cari.

Wanita: Kalau begitu, kenapa perusahan-perusahaan tersebut tidak menerima saya bekerja?

Manager: Jadi begini, setelah kami memeriksa di database, kami menemukan data bahwa nona pernah tiga kali kena sanksi tidak membayar tiket saat naik kendaraan umum.

Wanita: (Kaget) Ya saya mengakuinya, tapi apakah karena perkara kecil tersebut perusahan menolak saya?

Manager: Perkara kecil ?!? Kami tidak anggap ini perkara kecil, nona. 

Kami perhatikan pertama kali anda melanggar hukum terjadi di minggu pertama anda masuk di negara ini. Saat itu petugas percaya dengan penjelasan bahwa anda masih belum mengerti sistem transportasi umum disini. Kesalahan tersebut diampuni. Namun anda tertangkap 2x lagi setelah itu.

Wanita: Ohh waktu itu karena tidak ada uang kecil saja.

Manager: Tidak, tidak. Kami tidak bisa terima penjelasan anda. Jangan anggap kami bodoh ! Kami yakin anda telah melakukan penipuan ratusan kali sebelum tertangkap.

Wanita: Well, tapi itu bukan kesalahan mematikan bukan? Kenapa harus begitu serius? Lain kali saya berubah kan masih bisa?

Manager: Saya tidak anggap demikian, nona!. Perbuatan anda membuktikan dua hal:

1. Anda tidak mau mengikuti peraturan yg ada
    Anda pintar mencari kelemahan dalam peraturan dan memanfaatkan untuk diri sendiri.

2. Anda tidak bisa dipercaya !

Nona, banyak pekerjaan di perusahan kami bergantung pada kepercayaan. Jika anda diberikan tanggungjawab atas penjualan di sebuah wilayah, maka anda akan diberikan kuasa yg besar. Karena efisiensi biaya, kami tidak akan memakai sistem kontrol untuk mengawasi pekerjaanmu. Perusahan kami mirip dengan sistem transportasi di negeri ini. Oleh sebab itu, kami tidak bisa pakai menerima anda, nona. Dan saya berani katakan, di negara kami bahkan seluruh Eropa, tidak ada perusahan yg mau menggunakan jasa anda.

Pada saat itu, wanita ini seperti tertampar dan terbangun dari mimpinya dan merasa sangat menyesal. Perkataan manager yang terakhir membuat hatinya bergetar.

MORAL OF THE STORY

Sahabat hebatku,

Dalam kehidupan sosial, Moral dan etika seseorang bisa menutupi kekurangan IQ atau kepintaran. Tetapi IQ atau kepintaran bagaimanapun tingginya tidak akan bisa menolong etika yang buruk....

Attitude atau suatu sikap mental menjadi dasar utama keberhasilan kita, oleh sebab itu jangan dianggap remeh. Attitude diibaratkan seperti berkendara dengan ban kempes, dimanapun kita berada, baik di lingkungan sosial maupun di lingkungan pekerjaan, attitude seseorang akan dengan mudah dirasakan oleh sesama dan orang2 disekeliling kita akan memberikan reaksi yg sama terhadap attitude kita.

Jagalah selalu attitude kita dimanapun karena hal tersebut akan mempengaruhi keberhasilan kita di dalam semua bidang sosial maupun pekerjaan

Selamat menjalani hari yang penuh dengan pengharapan positif dan kegembiraan dalam berusaha.

*Mari budayakan kejujuran untuk mencapai tujuan
logoblog

Tiga Kata Ajaib

Sebuah pesta perpisahan seorang direktur yang akan memasuki masa pensiun....ada sesi kesan dan pesan dari para anak buah........ 

Karena keterbatasan waktu maka pesan dan kesan tersebut dibuat dalam bentuk tertulis.............

Di antara kesan dan pesan tersebut kemudian dipilih satu yang akan dibingkai dan dibacakan di acara tersebut yaitu tulisan seorang office boy yang sudah bekerja sangat lama di perusahaan tsb......

Office boy tersebut menulis kata-kata kuncinya dalam huruf kapital yang isinya sbb.......:

"Yang Terhormat Pak Direktur, Terima kasih Bapak selama ini selalu mengucapkan kata TOLONG..... untuk setiap tugas yang sebenarnya adalah memang tugas saya..........

Terima kasih karena selama ini Bapak selalu mengucapkan kata MAAF.......saat Bapak menegur, mengingatkan, atau memberitahu tentang kesalahan yang saya perbuat, karena Bapak ingin saya berubah........... 

Terima kasih karena Bapak selalu mengucapkan TERIMA KASIH......... kepada saya atas hal hal kecil yang saya kerjakan untuk Bapak. 

Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya, sehingga selama ini saya bisa bekerja sebaik baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa dikecilkan dan direndahkan. 

Sampai kapanpun Bapak adalah Pak Direktur bagi saya. 

Sekali lagi TERIMA KASIH, saya berdoa agar semua kebaikan menyertai Bapak di manapun berada!" 

Sejenak keheningan memenuhi ruangan itu, lalu serentak suara tepuk tangan bergemuruh. 

Diam diam sang Direktur mengusap genangan air mata di sudut matanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani keperluan seisi kantor.........

Kata TOLONG, MAAF, & TERIMA KASIH adalah 3 kata ajaib.

Tiga kata sederhana yg memberi dampak positip bagi sebuah hubungan yang sehat.
logoblog

Saturday, 2 September 2017

Akui Kesalahan " Sopo Salah Seleh"

  Dalam kehidupan sehari - hari sering di temui perdebatan sengit mengenai berbagai hal. Bahkan berbagai argumentasi menjadi bahan untuk mempertahankan diri demi sebuah pembelaan dan pembenarannya. Di Jawa terutama bagi orang Jawa Tengah dan Yogyakarta banyak memiliki ungkapan tradisional mengenai hal - hal yang berkaitan dengan kesalah yang di lakukan, memaknai ungkapan bagi orang jawa tidak dapat diterima secara mentah - mentah atau apa adanya tetapi masih membutuhkan proses untuk memahaminya.
   Bagi orang Jawa yang telah menjalani laku dan memiliki pengolahan rasa, suatu masalah akan dapat di pecahkan secara adem pikire serta mengolah manah  dan akan melihat semua persoalan secara arif serta penuh  wening ing penggalih. Sehingga memandang sebuah masalah dengan mendudukkannya secara proporsional. Tetapi hal tersebut sangat sedikit orang yang mampu untuk melakukannya. Seleh terhadap masalah dan mengakui kesalahannya tidaklah semudah membalik telapak tangan. 
   Ajaran leluhur jawa sebenarnya banyak memberikan keteladanan yang sangat humanis dalam menjaga hubungan yang harmonis. Namun sayang banyak ajaran luhur itu yang masuk dalam kotak - kotak wasiat dan sedikit yang kemudian di terapkan dalam kehidupan sehari - hari. Padahal ajaran leluhur itu kalau di aktualisasikan dalam kehidupan sehari - hari akan banyak memberikan pengaruh positif dalam laku  jantra  kehidupan manusia secara umum.
   Sedikit yang mau kesalahan, teledor apalagi dengan ksatria mengakui dan meminta maaf karena memang bersalah. Selama masih bisa bertahan dan memiliki berbagai macam alasan, justru tetap berpijak dalam pembenaran yang salah kaprah. Sehingga buntut persoalan itu tidak akan putus. Sebenarnya dalam ajaran leluhur sopo salah seleh, itu akan lebih baik. Mengakui kesalahan bukanlah perilaku yang hina, justru hal itu merupakan sikap ksatria yang banyak di ungkapkan dalam berbagai kisah. Namun disisi lain orang yang mengakui kesalah justru di perlakukan dengan tidak adil. 
   Ungkapan sopo salah seleh  merupakan sebuah ungkapan yang memiliki kekuatan efektif untuk meredam emosi ketika terjadi persoalan. Di dalam setiap perbuatan itu akan ada akibat bagi diri sendiri atau sering di sebut sebagai hukum karma. Dengan mengakui perbuatannya atau  seleh  tidak berarti terus lepas dari tanggung jawab, tetapi justru memposisikan diri sebagai orang yang siap menanggung beban terkait dengan perbuatannya. Tetapi dalam kenyataannya orang yang telah mengakui kesalannya itu malah di berikan beban di luar kesanggupannya, hal ini tidaklah benar, sehingga membutuhkan tepa slira, wang sinawang dalam semua hal.
   Jika menyadari kesalahannya orang akan terbebas dari rasa dendam, rasa dendam ini hanya akan menjadi batu sandungan dalam hidupnya. Sebab bagi orang jawa kebanyakan masih sangat yakin akan adanya balasan setimpal yang dirasa lebih adil, yaitu balasan dari Tuhan. Sehingga dalam benak orang Jawa yang masih mempraktekan ajaran luhur sopo salah seleh  akan menepiskan sikap dendam ketika seseorang sudah mengakui kesalahannya atau seleh. Nilai - nilai spiritual inilah yang saat ini semakin pudar dan butuh aktualisasi kembali dalam tat kehidupan masyarakat.
logoblog

Thursday, 31 August 2017

Mendidik Anak Agar Mau Minta Maaf

Orang tua tentunya sangat ingin anaknya sendiri tumbuh menjadi seseorang yang baik dan punya karakter yang bijak.
Sehingga anak akan dengan mudah diterima di lingkungannya, serta disenangi orang lain karena sifat baiknya. Saat sang Anak mampu bergaul, berbaur dan memberikan manfaat bagi lingkungannya, tentu membuat orang tua bisa tenang saat melepaskan anaknya saat bergaul dengan sesamanya.
Untuk itu, salah satu hal agar anak bisa diterima oleh lingkungannya, maka karakter dan kepribadian anak yang baik, bijak dan sifat penyayang perlu ditumbuhkan.
Dengan mengajarkan anak meminta maaf atas kesalahan yang dibuatnya (disamping juga memberikan reward ketika anak melakukan hal yang baik), itu akan sangat baik dalam memberikan pengajaran kepada sang anak. agar sang anak menjadi seseorang berjiwa besar, serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, ini akan sangat bermanfaat untuk dirinya dan orang yang disekelilingnya kala dirinya dewasa.
Mengajarkan anak untuk meminta maaf ketika dirinya salah (bukan malah dimarahi) maka akan membentuk karakter sang anak, membantu anak mengenali dirinya sendiri, anak mampu untuk menjalin hubungan yang baik antar sesama (teman-temannya), anak memiliki rasa empati, bisa lebih memahami perasaan temannya maupun orang tuanya, serta berbagai hal lainnya yang sangat positif untuk sang anak.

Tips mendidik anak agar mau dan berani meminta maaf 

Berikut dibawah ini tips mendidik anak agar dirinya mau untuk meminta maaf dan memiliki rasa tanggung jawab.

1. Ajarkan anak untuk minta maaf sedini mungkin
Karena dengan memiliki kebiasaan seperti itu, maka setelah besarnya sang anak akan sangat mudah untuk meminta maaf.
Hal itu karena sudah ditanam sejak kecil sifat seperti itu. Ketika sang anak misalnya mengambil secara paksa mainan teman sebayanya sehingga teman sebayanya itu menangis, maka ini adalah saat yang tepat mengajarinya...
lalu jelaskan bagaimanan cara meminta maaf seperti menyalami tangan temannya, dan mengajarkan anak mengucapkan kata-kata yang baik. Pengajaran seperti ini sangat bermanfaat untuk anak, dan perlu dibiasakan puluhan bahkan ratusan kali. Intinya jangan bosan dan jangan menyerah untuk mengajari anak.

2. Kebiasaan di keluarga / lingkungan yang baik

Tentu apabila Anda melakukan kesalahan, maka sebagai orang yang sudah dewasa harus bertanggung jawab dan meminta maaf, terutama ketika berada di lingkungan tempat sang anak tumbuh.
Dimana sang anak akan melihat langsung praktek dari sikap yang dilakukannya ketika seseorang salah. Hal itu karena anak melihat orang tuanya (dan orang dewasa disekelilingnya) sebagai teladan.
Ketika sang anak sudah terbiasa melihat kebaikan-kebaikan yang ada di lingkungannya, dengan spontan dirinya meminta maaf saat melakukan sebuah kesalahan.

3. Memberikan maaf mengikuti permintaan maaf 
Ini sangat penting, terutama untuk anak-anak yang masih belia, dengan memberikan maaf atas kesalahan yang dilakukan sang anak, itu bagaikan sebuah reward (yang sebenarnya reward tidak harus berbentuk materi). Manfaatnya sang anak tidak akan alergi untuk meminta maaf, dan sang anak juga diajarkan untuk memberikan maaf kepada kesalahan orang lain, serta berlapang dada. Pengajaran ini juga sangat baik untuk anak.

4. Hindari memanipulasi perasaan sang anak Ada sebagian anak yang pengungkapkan maaf, akan tetapi karena paksaan secara kasar dari orang tuanya, tentunya mengajarkan dengan metode seperti ini tidaklah berguna.
Yang harus dilakukan adalah memberikan pengertian dan pemahaman kepada anak akan pentingnya untuk meminta maaf, disinilah diperlukan skill sang orang tua terutama sang Ibu untuk mendidik anaknya. Berikan pemahaman yang baik dan lembut kepada anak bahwa ketika dirinya melakukan kesalahan seperti mengambil secara paksa mainan milik temannya, berarti dirinya telah menyakiti orang lain, sehingga dengan begitu, muncul simpati dari sang anak untuk meminta maaf kepada temannya (meminta maaf bukan karena dipaksa).

5. Ajarkan bahwa meminta maaf dan menerima maaf adalah sebuah kebanggaan yang besar.

Karena adanya rasa ego (yang tentunya tidak baik) sang anak merasa harga dirinya akan jatuh dengan meminta maaf terhadap kesalahan yang dilakukannya, untuk itu segera perbaiki pola pikir yang salah ini. Ajarkan kepada anak bahwa dengan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan, justru sebuah ciri-ciri dari orang yang tanggung jawab, terutama untuk anak laki-laki. Meminta maaf dengan kata-kata yang baik akan membuat keadaan menjadi lebih baik, dimana teman yang disakiti akan memberikan maaf ketika mendengar permintaan maaf dengan kata-kata yang baik dan lembut. Hal seperti ini sangat bermanfaat karena hubungan keduanya akan kembali baik, bahkan lebih baik dari sebelumnya.

6. Latih agar Anak selalu mampu menerima dengan lapang dada

Ketika harapan dan keinginan anak (dalam hal apapun) tidak sebanding dengan kenyataannya, disin orang tua harus berusaha selalu melatih anak agar mampu berbesar hati menerima kenyataan yang ada. Dengan begitu sang anak tetap dapat selalu menjalin hubungan yang baik dengan teman-temannya atau di lingkungannya berada. 
Selain itu, penting memberikan pemahaman pada anak, bahwa meminta maaf tidak membuat mereka menjadi rendah dimata oranglain, justru membuatnya menjadi seseorang yang lebih bijaksana.
Lalu ajarkan pada anak agar memiliki sifat mudah untuk memafkan orang lain, sehingga anak tumbuh menjadi sosok yang mampu berbesar hati untuk memberikan kesempatan kedua pada teman-temannya yang melakukan sebuah kesalahan. 

Di masa yang katanya modern sekarang ini, tidak sedikit orang tua yang mengabaikan pelatihan dan pendidikan anak agar mampu berbesar hati meminta maaf dan memafkan. Hal ini karena kesalahan sebagian besar orangtua yang hanya memperhatikan pengembangan diri anak-anak dalam hal akademisnya, tetapi tidak mengembangkan kemampuan anak agar kelak menjadi sosok yang bijaksana dan berjiwa besar.
logoblog

MSG Bahayakah ?

MSG merupakan jenis penyedap masakan yang paling sering ibu - ibu atau para pedagang gunakan untuk sehari hari. MSG sendiri adalah garam natrium dari asam glutamat (salah satu asam amino non-esensial penyusun protein), Natrium ini merupakan salah satu komponen utama garam, sedangkan Glutamat adalah protein alami yang banyak terkandung dalam bahan pangan. Efek yang muncul dari penggunaan MSG adalah rasa gurih dalam masakan.
Rasa gurih itu sendiri sebenarnya muncul secara alami dari bahan pangan yang dimasak. Sebab MSG mempunyai fungsi utama sebagai penyeimbang dan menyempurnakan masakan tertentu dengan takaran yang tepat.
Sangat sedikit orang yang tahu akan hal itu, sehingga banyak orang menganggap MSG adalah yang menyebabkan rasa gurih itu, sehingga semakin banyak MSG di tambahkan maka makin gurihlah masakan itu. Jika penggunaan MSG terlalu berlebihan makan akan menimbulkan bahaya, baik bahaya jangka pendek maupun bahaya jangka panjang. 
Takaran yang benar adalah 4 miligram perkilo berat badan. penggunaan MSG diatas 30 miligram per kilo berat badan sangat beresiko bagi kesehatan badan kita. Padahal selama ini tidak jarang kita mengkonsunsi 1 sendok teh atau sekitar 5 gram MSG dalam masakan, misal bakso, dan berbagai jajanan.
Efek buruk MSG ini tidak hanya bagi orang dewasa tetapi bagi anak - anak juga dapat terjadi. efek yang di timbukannya antara lain adalah dapat memicu timbulbya asma, sakit kepala, kram otot, mual, kesemutan dan kemerahan pada kulit. bentuk reaksi alergi tersebut memiliki waktu beragam, biasanya rentang waktu antara 24 hingga 48 jam.
Untuk mencegah efek dari MSG dalam jangka panjang sebaiknya kita mengurangi mengkonsisi MSG atau bahkan meninggalkannya. Sebenarnya untuk masakan Indonesia tidak memerlukan MSG, hal ini dikarenakan pada dasarnya masakan Indonesia sudah kaya akan rempah alami, sehingga sudah berasa khas. penambahan kecap atau semacam saus tiram atau saus ikan pun sudah cukup. Penambahan sayur atau buah - buahan tinggi vitamin C (Asam Askorbat) mampu menetralisir efek negatif dari penggunaan MSG.
logoblog

Wednesday, 30 August 2017

Awas Pedofil..!!

Pedofil merupakan istilah untuk orang - orang melakukan tidakan pedofilia,sedangakan pengertian pedofilia sendiri adalah perilaku atau tindakan seksual menyimpang pada orang dewasa ataupun remaja terhadap anak di bawah usia 13 tahun. Saat ini perilaku pedofilia sudah sangat meresahkan bahkan dalam dunia maya telah ada berbagai forum dan group yang di bentuk oleh orang - orang pedofil tersebut. Korban pedofilia tidak pandang bulu baik anak laki - laki maupun anak perempuan dapat menjadi korban pedofilia ini. Maka dari itu peran orang tua dan masyarakat sangat di butuhkan dalam mengatasi dan mencegah terjadi nya tindakan pedofilia. Dalam ilmu medis pedofilia ini termasuk dalam penyakit gangguan kejiawaan, penyakit ini di bagi menjadi tiga bagian yaitu : 
    yang pertama Immature Pedophiles adalah pelaku pedofilia melakukan pendekatan terhadap korban dengan iming - iming tertentu terhadap korban, yang kedua Regressed Pedophiles adalah pelaku langsung memaksa korban tanpa iming - iming tertentu dan yang ketiga adalah Agressive Pedophiles ini merupakan perilaku paling parah dari kejahatan pedofilia, yakni pelaku memiliki keinginan untuk menyerang korbannya dan menghabisinya setelah di nikmati
      Para pelaku kejahatan pedofilia ini biasanya adalah orang - orang yang dekat dengan lingkungan keluarga atau orang - orang yang menyamar sebagai orang yang menyayangi anak - anak, sebagai contohnya adalah babby sitter, tukang kebun, pelatih olahraga anak dan masih banyak lagi.
      Untuk pencegahan kita perlu mengetahui karakteristik dan perilaku para pedofil, berikut karakteristik dan perilaku para pedofil :
      1. Sebagian besar, pelaku adalah orang yang sudah dewasa.
      2. Sudah menikah.
      3. Bisa dari berbagai profesi pekerjaan. Baik itu pekerja ringan, sedang maupun kasar.
      4. Memiliki kedekatan hubungan dengan anak-anak, sangat suka berada disekitar anak-anak, mereka berpura-pura menyayangi dan merawat anak-anak. Dibalik itu, mereka mempunyai rencana lain untuk melancarkan aksinya.
      5. Pelaku pedofil memiliki kecenderungan suka menutup diri, untuk antisipasi agar perilaku menyimpang mereka pada anak-anak tertutupi.
      6. Menyukai anak-anak yang sedang berkumpul. mereka memiliki target dan kriteria anak yang akan dijadikan korban.
      7. Calon korban boleh jadi anak laki-laki ataupun perempuan, mungkin juga bi-sexual. Terkadang mereka tidak memperhatikan gender dari korban, yang penting keinginan mereka untuk melampiaskan keinginan mereka tercapai.
      8. Pekerja atau relawan yang mengikuti program yang melibatkan anak seusia incaran mereka. Mungkin saja guru, pelatih yang membimbing anak kita, dapat berubah menjadi orang yang paling berbahaya untuk anak kita. Oleh karena itu, kita perlu tetap waspada, jika mereka melakukan perilaku menyimpang terhadap anak kita. Karena kita sulit untuk mendeteksi perilaku mereka.
      9. Obsesi mereka kepada anak atau bahkan balita. Tujuannya untuk mendapatkan kepuasan dengan melancarkan perilaku menyimpang mereka.
      10. Sering memotret atau mengumpulkan foto korbannya, baik berpakaian, atau telanjang. mereka ingin memiliki gambar anak-anak di sekitar sehingga dapat melampiaskan keinginan mereka, kemudian merencanakan aksi mereka.
      11. Menggunakan obat-obatan, maupun obat bius ketika melaksanakan aksi mereka.
      12. Para pelaku termasuk orang-orang yang cerdas, dan dapat memanipulasi keadaan, sehingga perilaku mereka sulit terdeteksi.
      13. Selalu berusaha keras dan berupaya melakukan apa saja untuk menyembunyikan perilaku mereka, bahkan dalam jangka waktu yang cukup lama.
      14. Usaha mereka rapi, dan selalu berupaya agar aktivitas mereka terlihat normal-normal saja.
      15. Kesukaan mereka kepada anak-anak yang agresif. Mereka menjanjikan hal-hal yang disukai anak-anak, seperti mainan, baju, atau yang lainnya.
      16. Mereka suka melakukan publikasi perilaku mereka di komunitas mereka secara online, entah itu di facebook, google+, twitter, instagram atau yang lain.
      Diatas adalah beberapa  karakteristik dan perilaku para pedofil, kita sebagai orang tua masih perlu untuk lebih waspada, agar anak - anak kita dapat terhindar dari perilaku pedofilia tersebut.
      logoblog